Dalam sambutannya, Kasad memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi serta menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Dr. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atas peran pentingnya dalam mewujudkan berdirinya Tugu Perjuangan Pekalongan.
Kasad juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh Pangdam IV/Diponegoro dan Walikota Pekalongan, serta semua pihak terkait yang telah membantu pembangunan tugu ini yang akan menjadi bagian dari warisan sejarah bangsa Indonesia.
“Tugu Perjuangan Pekalongan ini didirikan untuk mengenang dan memperingati semangat juang rakyat Kota Pekalongan dalam melawan penjajah Jepang pada 3 Oktober 1945,” ujar Kasad dengan penuh kebanggaan.
Pada hari bersejarah itu, masyarakat Pekalongan dan sekitarnya bersatu padu menyerbu markas Kempeitai Jepang, menggantikan bendera Jepang dengan bendera Merah-Putih. Aksi perlawanan berani tersebut tidaklah tanpa korban, peristiwa bersejarah itu menyisakan duka mendalam dengan gugurnya 37 pejuang dan 12 pejuang lainnya mengalami luka cacat. Evakuasi para korban juga menjadi perjuangan tersendiri karena dilakukan dalam kondisi yang memprihatinkan, namun semangat perjuangan tersebut akhirnya mengantarkan Kota Pekalongan keluar dari belenggu penjajahan dan menuju bersama Kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.













