“Ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tapi menyangkut martabat dan masa depan bangsa. Karena itu, TNI akan terus bersinergi dengan semua pihak agar program pangan nasional berjalan optimal dan tepat sasaran,” tegas Letkol Yudo Aji.
Setelah panen, kegiatan dilanjutkan dengan implementasi program Tancep 14, yaitu percepatan tanam ulang padi 14 hari setelah panen. Program ini menjadi solusi strategis untuk menjaga kontinuitas produksi beras nasional, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan gejolak pasar global.
“Kami ajak petani untuk tidak menunda musim tanam berikutnya. Setiap jengkal tanah adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan demi menjaga stok pangan tetap aman,” ujar Dandim.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Durenan, Dinas Pertanian Trenggalek, para Babinsa, penyuluh pertanian, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban petani.













