BANDUNG || bedanews.com — Ketua Gedung Galeri Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Isak Prakasa, sangat mengapresiasi kegiatan Pameran Lukis Anak yang diselenggarakan pada Minggu ini, 24 Juli 2022, di Jalan Naripan Bandung.
Isak menambahkan, dengan adanya pameran ini ia mengharapkan bisa muncul pelukis-pelukis cilik berpotensial untuk mengembangkan bakatnya. Karena pelukis-pelukis cilik sudah lama tak terdengar.
“Melalui kegiatan ini saya optimis akan bermunculan kembali perupa-perupa generasi penerus. Bisa jadi dari mereka ada perupa yang bisa mengangkat Indonesia khususnya Jawa Barat sebagai pelukis handal internasional,” katanya di lokasi.
Upaya yang akan dilakukan Isak sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perupa cilik berbakat yang luar biasa ini, ia akan membawa serta dalam setiap event yang akan dilaksanakan.
Sementara salah satu orang tua perupa cilik, Amy Nuansa Wulan, ibu dari Shaqee Giezha Agassi, 6,5 tahun, merasa bahagia dengan kabisa anaknya sebagai perupa. Untuk itu ia akan berusaha memfasilitasinya agar bakatnya itu bisa berkembang maksimal.
Amy mengaku, bisa bakat anaknya warisan dari kakeknya, R. Cahyadi, yang merupakan pelukis acrylik yang sudah dikenal di manca negara. Sebab dari kesehariannya Shaqee selalu menyempatkan diri untuk corat-coret atau menggambar sesuatu.
Sementara kakeknya, R. Cahyadi, disebutkan Amy, selalu mendampingi dan mengarahkannya. Tapi kebanyakan ia berimprovisasi dengan menggambar tanpa arahan orang tuanya. “Hasil dari mengambarnya itu lebih bersifat inovatif dan hidup untuk anak usia segitu,” ujar Amy.
Mengenai bagaimana kedepannya Shaqee, Amy mengemukakan, semua tergantung dari anaknya. Ia tidak akan memaksakan kehendak kepada anaknya. “Apa yang menurut anaknya baik dan positif, maka kami akan terus mendorongnya dengan maksimal,” tambahnya.
Begitu juga dengan R. Cahyadi, ketika dimimtai pendapat tentang Pameran Pelukis Anak, ia hanya menuturkan, selama itu kegiatan yang bisa memberikan kebaikan dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya anak, itu merupakan kegiatan yang luar biasa.
Menurutnya, anak seusia itu jangan dipaksa tapi dituntun agar bakat atau potensinya bisa berkembang dengan baik. Seperti halnya Shaqee, diungkapkannya, tidak pernah dipaksa harus bisa menggambar, melainkan dilihat dari prilakunya sehari-hari.
“Alhamdulillah, Shaqee bakat Shaqee sebagai perupa cilik sudah kelihatan. Mudah-mudahan terus berkembang tanpa mengganggu kewajibannya untuk mencari ilmu atau belajar,” tutup R. Cahyadi.***










