“Melalui pameran ini, kami ingin menjembatani generasi masa kini dengan sejarah perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika,” ungkapnya.
Diketahui, pameran menghadirkan tiga kelompok utama koleksi. Pertama, koleksi prangko dan benda filateli yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan KAA. Kedua, lebih dari 100 foto dokumentasi pilihan dari total 203 koleksi pribadi Menteri Kebudayaan yang merekam berbagai momen penting KAA.
Ketiga, koleksi literasi berupa buku, surat kabar, dan terbitan lainnya yang relevan dengan penyelenggaraan konferensi bersejarah tersebut.
Dengan semangat reflektif dan edukatif, Pameran Filateli 70 Tahun KAA tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali semangat solidaritas Asia-Afrika dalam menghadapi tantangan zaman modern.













