Dijelaskannya, dengan program optimalisasi pemanfaatan teknologi digitalisasi yang dibangun, bertujuan untuk meningkatkan perilaku kesadaran, kepatuhan, kepedulian terhadap prosedur serta aturan keselamatan perusahaan yang akan membantu penguatan implementasi behavior based safety (BBS) di area kerja PT. Pamapersada Nusantara, dimana dari hasil pengukuran didapatkan tingkat budaya K3 berada pada level proaktif (Level 4) dengan 6PAS index 924.
“Hal ini ditunjukan juga dengan membaiknya kinerja Keselamatan Pertambangan PAMA dalam 3 tahun terakhif dimana frekuensi cidera (LTIFR) PAMA menunjukan trend menurun dari 0.09 di Tahun 2020 menjadi 0.036 di Tahun 2022 yang memberikan indikasi keberhasilan program yang dijalankan,” ungkapnya.
Pada era revolusi industry 4.0 yang berbasis teknologi digital telah menciptakan peluang-peluang baru dalam berbagai bidang. Perubahan pola kerja, otomatisasi, artificial intelligence, internet of things dan perubahan-perubahan lainnya yang akan membawa perubahan dalam bidang keselamatan pertambangan.













