Hal ini, selaras dengan yang disampaikan Yevonnael Andrew selaku R&D Manager Palapa, di mana dalam rencana menghadirkan aplikasi AI terdesentralisasi, pemanfaatan teknologi Autonomous Cloud yang ditawarkan ICP menjadi pilihan utama Palapa dan Bittime. Pasalanya, aplikasi AI terdesentralisasi tersebut dirancang untuk dapat digunakan dan dioperasikan oleh siapa saja.
“Dalam membangun aplikasi AI terdesetralisasi, kami tentu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai alasan pendukung, jika dilihat perbandingan antara ICP dan blockchain lainnya, ICP memiliki Theoretical TPS tertinggi, dengan Energy Consumption yang lebih rendah, dan tentu saja jumlah Transaction fee yang lebih kecil dibanding blockchain lain” jelas Yevon.
Bagi Bittime dan Palapa, pengembangan aplikasi AI terdesentralisasi berbasis teknologi blockchain ICP berarti meminimalisir berbagai manipulasi dalam proses project deployment. Pengembangan teknologi berbasis ICP berarti mengikuti fundamental transparansi blockchain, memberi solusi efisiensi serta keamanan yang lebih baik.













