Maka ke depan rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Indonesia harus diatas 7 persen per tahun. Selain itu, sifat pertumbuhannya harus berkualitas dan inklusif. Artinya, banyak menyerap tenaga kerja, tersebar secara proporsional ke seluruh wilayah Nusantara (jangan terkonsentrasi di P. Jawa), dan mensejahterakan seluruh rakyat secara berkeadilan. ”Juga, mesti ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable),” kata ketua Dewan Pakar MPN (Masyarakat Perikanan Nusantara) itu.
Potensi Ekonomi Biru (Blue Economy) Indonesia sangat besar, sekitar 1,4 trilyun dolar AS per tahun atau 1,2 kali lipat besaran ekonomi (PDB) Indonesia saat ini. Dan berpotensi untuk menyerap tenaga kerja untuk lebih dari 45 juta orang.
Potensi ekonomi itu tersebar di 11 sektor Blue Economy, yakni: (1) Perikanan Tangkap, (2) Perikanan Budidaya, (3) Imdustri Pengolahan Hasil Perikanan dan Seafood, (4) Industri Bioteknologi Kelautan, (5) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), (6) Pariwisata Bahari, (7) Kehutanan Pesisir (Coastal Forestry), (8) Sumber Daya Wilayah Pulau-Pulau Kecil, (9) Industri dan Jasa Maritim (seperti galangan kapal, pabrik alat tangkap ikan, pabrik mesin kapal, pabrik kincir air tambak, pabrik mesin pakan ikan, dan coastal and ocean engineering), (10) Transportasi Laut dan (11) Sumber Daya Alam laut non-konvensional.













