Oleh: Sugiyanto (SGY)-Emik. (Pengamat Ibu Kota)
JAKARTA || Bedanews.com – Semalam, Rabu (4 Februari 2026), saya menulis catatan bernada puisi ringan berjudul “Mengapa Anak SD di NTT Bunuh Diri?” Hati terasa sedih setiap membaca dan mendengar kabar tentang meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri. Pemberitaan menyebutkan ia diduga tertekan karena tidak mampu membeli buku tulis dan pena—biaya tak sampai Rp10.000—sebuah angka kecil yang berubah menjadi simbol tekanan ekonomi keluarga yang sangat miskin.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pastinya, termasuk kemungkinan faktor psikologis dan kondisi keluarga. Proses hukum berjalan dan kita perlu menghormatinya. Namun, di luar itu, nurani publik sudah lebih dulu terusik.










