“Di tengah percepatan teknologi digital dan kompleksnya persoalan pendidikan Islam, semester baru harus menghadirkan semangat baru: ngawitan kahadéan, ngawujudkeun élmu dina karya, tur miara mangpaat kalayan istiqamah — memulai kebaikan, mewujudkan ilmu melalui karya, lalu menjaga kebermanfaatannya secara berkelanjutan,” tulis Prof. Dr. A. Rusdiana, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam refleksinya.
Dari semangat tersebut, ada empat ikhtiar yang layak dikembangkan dalam perkuliahan semester ini.
- Ngawitan Semester dengan Budaya Akademik
Orang Sunda mengenal cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Dalam konteks kampus, kepintaran tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus berjalan bersama karakter, ketepatan bertindak, dan kepedulian.Budaya akademik tumbuh dari kebiasaan sederhana: datang tepat waktu, membaca sebelum kuliah, berani bertanya, membangun argumentasi berbasis sumber, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan tugas dengan tanggung jawab. “Dalam spirit silih asah, silih asih, silih asuh, kampus dapat menjadi ruang saling mencerdaskan, saling menguatkan, sekaligus saling menjaga nilai kemanusiaan,” ujarnya.
- Maktabah: Menjaga Tradisi Literasi Priangan
Pada mahasiswa S1 MPI Semester III Kelas A dan B, mata kuliah Manajemen Maktabah/Perpustakaan menjadi ruang strategis. Di era digital, perpustakaan tidak bisa hanya jadi tempat menyimpan buku. Ia harus bertransformasi menjadi pusat literasi, informasi, penelitian, dan kreativitas.













