Kemukjizatan al-Quran tidak terbatas oleh ruang dan waktu. berbeda dengan mukjizat para rasul lainnya. Mukjizat mereka berlaku hanya saat mereka hidup. Mukjizat Nabi Musa as. dalam lautan, misalnya, hanya terjadi dan disaksikan oleh orang-orang yang hidup pada zamannya. Adapun kemukjizatan al-Quran berlaku hingga saat ini meski Rasulullah saw. sebagai pembawanya telah lama wafat. Allah SWT berfirman: “Sungguh Kamilah Yang telah menurunkan al-Quran. Sungguh Kami pula Yang Menjadi Penjaganya” (QS al-Hijr [15]:9).
Syaikh Wahbah az-Zuhaili, memaknai “Kalimat Sungguh Kami pula Yang menjadi Penjaganya, yakni kepunahan, penambahan dan pengurangan. Al-Quran adalah hujjah Kami di atas para makhluk hingga Hari Kiamat. Kami menurunkan Adz-Dzikrâ (al-Quran) sebagai petunjuk, rahmat, obat dan cahaya.” (Lihat: Az-Zuhaili, Tafsîr al-Wajîz, QS al-Hijr [15]: 9).













