“Dari satu acara saja dampak efek budayanya sudah sangat baik, apalagi bila dipublikasikan dengan baik plus sosial media yang apik. Sehingga harapannya, generasi muda yang sekarang senang mencari hal-hal baru dapat menyaksikan bahkan terlibat langsung di paguron-paguron,” ungkapnya.
Lebih jauh, Nico bercerita, mendengar adanya pasanggiri ini, dirinya teringat pernah ikut pencak silat di masa lampau. Menurutnya, salah satu peningkat karakter anak muda itu adalah olahraga dan seni dan dua hal inilah yang ada dalam pencak silat ini.
Apalagi, kata Nico, saat ini ada tsunami informasi perkembangan dunia digital yang memberikan pengaruh pada generasi muda.
“Pengaruh dari dunia digital ini sangat signifikan sehingga perlu pendidikan karakter agar ada keseimbangan antara IQ atau kepintaran dengan keseimbangan mental atau disebut dengan emosional pos atau IQ. Jangan hanya pintar tapi dia juga secara mental,” tuturnya.













