“Nah disinilah lah yah… kita kalau tidak seperti ini turun ke masyarakat, dan berpindah-pindah terus per kelurahan, nantinya masyarakat khususnya generasi muda akan lupa terhadap wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila. Akibatnya nanti dapat menjadi kerapuhan bagi kita apabila tidak mengetahui ideologi Pancasila yang sebenarnya sehingga mudah terganggu baik dari luar maupun dari dalam, yang nantinya akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” beber Ngatiyana.
Ditambahkan Plt. Wali Kota, Pancasila sebagai dasar negara merupakan pedoman penting yang bisa menyatukan etnis, budaya, asal-usul, dan agama yang berbeda dalam wadah NKRI, sekaligus menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan di berbagai bidang kehidupan. Namun seiring berjalannya waktu, pemahaman dan implementasi pancasila sebagai ‘way of life’ sempat mengalami pasang surut, bahkan diuji dengan radikalisme, intoleransi, maraknya hoax, dan konflik kepentingan dari berbagai elemen bangsa ini. Untuk itulah, pihaknya berharap, nilai-nilai dasar Pancasila dapat terus ditanamkan, diperbaharui, dan bahkan ditingkatkan oleh generasi muda agar menjadi bagian dari penguatan wawasan kebangsaan.











