Tidak hanya itu, pakar studi Indonesia dari kampus University of Melbourne, Profesor Edwin Jurriens juga menyebut NEMPARI sebagai karya penulisan yang unik. Menurutnya, pelajar tingkat doktoral biasanya hanya menghasilkan karya akademis seperti disertasi, jurnal internasional, atau karya ilmiah lainnya. Oleh sebab itu, ia pun mengapresiasi peluncuran novel NEMPARI ini sebagai karya kreatif yang sarat dengan unsur kebaruan.
Novel NEMPARI itu sendiri ditulis oleh Pir Owners. Dia adalah seorang awardee LPDP yang menjalani studi doktoral di kampus Victoria University Melbourne, Australia.
Menurut Pir, novel ini menjadi karya pusaka atau legacy dari perjalanan studi di Melbourne. Ini juga menjadi pembeda dengan kebanyakan pelajar Indonesia lainnya yang lebih menggunakan teknologi media seperti media sosial dalam merekam pengalaman belajar di luar negeri. Tidak hanya itu, NEMPARI ini juga menyuguhkan sebuah bentuk berpikir dan bertindak dari seorang pelajar Indonesia di luar negeri yang lebih holistik.











