“Aktifitas di dalam museum harus jadi perhatian. Sehingga museum bisa hidup dan berbicara. Museum memberi edukasi kepada publik, jadi wahana atau ruang yang memfasilitasi siapapun mengekspresikan. Karena kebebasan berpendapat adalah milik masyarakat,” ujar Noe Firman.
“Museum pers harus jadi ruang egaliter bagi siapapun, menjamin siapapun berekspresi dalam bentuk apapun, bisa ditunjukan dengan atraktif namun tidak destruktif,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini ini dirinya juga menyampaikan, jangan sampai ide dan langkah untuk mendirikan Museum Pers terhenti hanya sampai di sini (Soft Launching). Dengan dukungan semua pihak dirinya yakin pers di Jawa Barat bisa membuktikan untuk mewujudkan menjadi sebuah karya nyata.
“Ide sudah muncul dan diaktualisasikan, ini adalah berkah untuk kita semua, dan konsekuensi yang tidak mudah. Jangan berhenti soft launching. Yang jelas kita bisa buktikan, ide ini bisa terwujudkan, manfaatkan peluang sekecil apapun dan dibutuhkam dukungan dari semua pihak,” tuturnya.