Dalam pesannya, Abah Anton mengatakan, dengan banyak terjadinya peristiwa-peristiwa yang bersifat kekerasan dan arogansi, seperti kasus Sambo, Mario, Pembunuhan Berantai Sukabumi dan lainnya, maka seluruh Kader dan Anggota PEKAT IB harus kembali introspeksi diri untuk melakukan Revolusi Mental dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar slogan belaka, ujarnya.
Masih kata Abah Anton, bila Organisasi ini ingin sukses, buang sikap-sikap Individualistis, Egosentris, ke-AKU-an, dari sikap inilah, Aku, menjadi Siapa Dia ???. dari inilah Kami menjadi inilah Kita sebagai Satu ikatan, karena Kekuatan itu sesungguhnya ada dalam kebersamaan, sesuai dengan jati diri PEKAT IB, sebagai Pembela Kesatuan Tanah air yang mengedepankan Nasionalisme, Persatuan Kesatuan dan Kebersamaan, sehingga Ormas ini bisa menjadi sebuah komunitas yang Militan dan Disiplin, yang mendapat Trust atau kepercayaan yang tinggi dari Internal Anggota, Masyarakat, Bangsa dan Negara, sebagai salah satu kunci utama Keberhasilan Organisasi ini.













