Kini, pohon kelapa tersebut hanya tersisa tunggul setinggi kurang lebih satu meter.Jika bendera itu jatuh ke tangan lawan, kekuasaan atas wilayah Jawa Barat dikhawatirkan berpindah. Berkat keberanian Lurah Sunahwi dan warga yang ikut membantu, panji berhasil diselamatkan.
Kini Terlantar, Padahal Berpotensi Jadi Wisata Sejarah
Beberapa tahun lalu, lokasi ini masih digunakan untuk kegiatan napak tilas. Namun kini, monumen tersebut sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, tempat ini bisa menjadi bukti kecintaan warga Ciamis terhadap sejarah sekaligus daya tarik wisata sejarah di kawasan Ciamis Utara.
Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan monumen antara lain perbaikan tulisan “Esa Hilang Dua Terbilang”, pembersihan rumput liar, penataan taman, perbaikan pagar rantai, dan pengecatan ulang monumen. Tunggul pohon kelapa yang hampir habis juga disarankan untuk dicabut, diawetkan, dan disimpan di tempat yang lebih representatif. Selain itu, penunjukan pengelola yang serius dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak agar perawatan berjalan berkelanjutan.“Semoga dengan perawatan yang baik, warga Ciamis Utara bisa lebih menghargai sejarah dan merasa bangga bahwa perjuangan bangsa pernah terjadi di daerahnya. Sekaligus, monumen ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan wisata sejarah Kabupaten Ciamis,” tulis keterangan terkait kondisi monumen tersebut.Tanpa perhatian segera, jejak sejarah perjuangan rakyat Cirikip berisiko memudar ditelan waktu.***













