“Kami sangat bangga bisa membina dan mendampingi mereka dari awal hingga lolos seleksi. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai aparat teritorial, dan seluruh proses dilakukan tanpa pungutan biaya,” tegas Danramil Kapten Inf Rais.
Kapten Rais menegaskan, pembinaan dilakukan secara tulus sebagai bentuk komitmen TNI AD untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit. Ia juga mengingatkan para pemuda agar tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
“Seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Jika ada yang meminta bayaran, itu penipuan dan harus segera dilaporkan ke pihak berwenang,” tegasnya.
Dalam pesannya, Danramil mengutip pepatah Arab, “Man Jadda Wajada” yang berarti “barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil.” Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita dengan cara yang jujur dan terhormat.













