Berlangsungnya pertempuran Pertemuan antara pasukan Muslimin dan pasukan Ghassaniyah. Amahzun, (2004), menegaskan bahwa Pasukan Muslim dapat mencapai wilayah Ma’an di negeri Syam. Lokasi ini dapat dicapai karena pasukan Muslim telah mengadakan perjanjian damai dengan kabilah-kabilah yang berada di jalur Madinah-Mu’tah. Pada awal pertempuran, pasukan Muslimin dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, (Zulyadin&Sugiarto 2001).
Penunjukan Khalid bin Walid sebagai panglima perang, Khalid bin Walid dipilih oleh pasukan Muslim sebagai panglima perang ketika ketiga panglima perang yang dipilih oleh Muhammad tewas saat Pertempuran Mu’tah sedang berlangsung, (Azid, 2015).
Kematian sahabat Nabi: Ibnu Hisyam mencatat bahwa jumlah sahabat Nabi yang meninggal dalam Pertempuran Mu’tah hanya 12 orang. Ketiga pemimpin pasukan Muslim mengalami kematian, yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Pemakaman ketiganya dilakukan di Mu’tah. (Gulen 2012) (Baca: https://bedanews.com/mengupas-5-keistimewaan-bulan-jumadil-awal).













