Disebutkannya bahwa, tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pandemi Covid-19 belum berlalu, sementara pemulihan ekonomi masih tersendat.
Di tengah upaya pemulihan, pecah perang di Ukraina. Lalu terjadilah krisis pangan, energi, dan keuangan. Inflasi melonjak drastis, bahkan di beberapa negara mencapai rekor tertinggi dalam puluhan tahun.
Sementara itu, rivalitas antar-kekuatan besar semakin menajam, memicu kekhawatiran terjadinya konflik terbuka yang dapat mengancam stabilitas dan perdamaian.
Di tahun 2023, lanjutnya, situasi dunia diperkirakan masih akan penuh tantangan. Upaya pemulihan masih berjalan, perang masih berlanjut, krisis pangan dan energi masih menghantui, dan ancaman resesi kian nyata.
“Di tengah situasi tersebut diplomasi Indonesia dituntut lincah dan adaptif untuk mengamankan kepentingan nasional,” kata Menlu dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) itu sambil menambahkan bahwa diplomasi Indonesia terus bergerak untuk berkontribusi bagi dunia dan kawasan guna mengatasi berbagai tantangan.













