JAKARTA || Bedanews.com – Rencana Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meninjau ulang izin ekspor listrik EBET ke Singapura agar dilaksanakan secara sungguh-sungguh, jangan cuma gertak sambal. Ini penting untuk menjaga kedaulatan energi nasional dan bukan sekedar upaya mengganti pemain dari kalangan kelompoknya sendiri.
Pembina Masyarakat Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI), Mulyanto menilai, kebijakan ekspor EBET ke Singapura memang layak dibatalkan mengingat bauran energi alternatif di dalam negeri masih jauh dari target. Selain itu, model kerjasama ekspor listrik EBET ini dinilai tidak adil bagi kepentingan masyarakat Indonesia.
Dengan ekspor EBET ini, masyarakat Singapura yang menikmati listrik tapi masyarakat Indonesia yang harus merasakan dampak CO² yang ditimbulkan.











