Garut, BEDAnews – Guyuran hujan yang turun sejak subuh tidak menyurutkan tim ekspedisi Jurnalis Hukum Bandung (JHB) untuk melakukan perjalanan ke pantai Karangpapak diwilayah Garut Selatan dengan rute Ciwidey-Cianjur-Garut,pada Sabtu-Minggu (24-25/01/26).
Ketua JHB Suyono mengingatkan untuk lebih berhati hati didalam perjalanan, karena cuaca lagi tidak bersahabat, selain jalan mulus juga banyak tikungan tajam.
Ternyata memang benar jalan yang dilewati cukup terjal, mulai dari tikungan yang berkelok-kelok, hutan gelap karna kabut, jurang, kebun teh, tanjakan atau turunan yang ekstrem pun ada.
Memasuki Rancabali kecepatan motor diperlambat, jarak pandang dekat karena kabut tebal, tim JHB melewati jalan dan menelusuri perbukitan dan hamparan kebun teh Ciwidey-Cianjur menjadikan perjalanan kian menarik dan bermakna.
Selain kabut, juga tiupan angin kencangpun terjadi, bahkan dijalan terlihat ranting – ranting pohon berserakan.
Ketua Pelaksana Ekspedisi Yedi Supriadi mengatakan kegiatan JHB ini merupakan agenda rutin tahunan guna memberi catatan hasil pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya.
Selain itu, kegiatan tersebut dikemas sebagai bentuk kebersamaan dan memperkuat jalinan silarurahim antar anggota JHB.
“Di sini anggota dan keluarga besar JHB tetap produktif tapi juga menikmati perjalanan, melepas penat sambil menulis berita,” ujar Yedi Supriadi yang akrab disapa Mang Yedi.
Di sisi lain, Ekspedisi Garut Selatan JHB sekaligus sebagai bentuk monitoring langsung lapangan (on the spot) terkait jalur yang kerap digunakan para penghobi touring yang melintasi Kota Bandung-Kabupaten Bandung-Cianjur hingga Garut.
Adapun monitoring yang dimaksud terkait sarana dan prasarana sepanjang perjalanan, seperti kondisi jalan, fasilitas lalu lintas khususnya penerangan jalan umum atau PJU.
Selama perjalanan ekspedisi, tim JHB menilai infrastruktur di wilayah tersebut sangat menunjang keberlangsungan aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Kondisi jalan yang mulus, rambu rambu lalulintas hingga penerangan jalan umum (PJU) tersedia dan berfungsi dengan baik.
Penanggung jawab Ekspedisi Garut Selatan yang juga Ketua JHB, Suyono menandaskan, giat kali ini pada intinya bukan sekedar touring menyusuri sepanjang jalan yang dilalui, akan tetapi melakukan investigasi kilas balik pembangunan tahun anggaran 2025.
“Ini merupakan silaturahmi ala keluarga JHB yang sekaligus sebagai kalender tahun,” ucap Suyono yang akrab disapa Bang Yono.
Kali ini, lanjutnya, silaturahmi agak berbeda dengan biasanya. Semua anggota JHB diwajibkan membawa istri untuk bersama sama saling mengenal dan saling menyapa.
“Inilah yang menjadi target kita disamping melakukan investigasi atau liputan terkait pembangunan yang menunjang siklus keberlangsungan destinasi wisata di wilayah Selatan,” tandasnya.
Penasehat Jurnalis Hukum Bandung, Alif Nur Anhar menyampaikan ekspedisi Garut Selatan bisa disebut sebagai sebuah kalender rutin insan jurnalis yang harus tetap dirawat dan dipertahankan.
“Diharapkan dengan kegiatan ini memberikan nuansa baru dan mendorong semangat JHB dalam melakukan tugas jurnalistik,” kata Alif.
Dipastikan dalam perjalanan rombongan Ekspedisi Garut Selatan, lanjutnya, bisa melihat langsung sampai sejauhmana pembangunan Jabar Selatan di mata JHB.
“Kita tahu jalur ini sangat menantang, penuh tikungan tajam dan turunan hingga kabut serta cuaca ekstrim hujan dan tiupan angin kencang kerap menghadang, dan itu akan terbayar lunas berupa suguhan pemandangan nan indah selama perjalanan, terlebih di tempat yang di tuju,” ujarnya










