“Pancasila merupakan Idiologi Negara yang sudah final bagi bangsa Indonesia, dan tidak bisa di pertentangkan dengan agama. Pancasila merupakan senjata yang paling ampuh untuk menghadapi gerakan radikalisme di Indonesia,” jelas Karomani.
Karomani juga mengajak rakyat Indonesia untuk saling bertoleransi dari keberagaman, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk tetap tegaknya NKRI.
“Sebagai warga negara yang baik, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, kita harus mengembangkan sikap toleransi di tengah keberagaman Banda. Sehingga kita dapat bersatu menghadapi gerakan radikalisme dan Terorisme yang ingin menghancurkan Indonesia,” ujar orang nomor satu di Unila ini.
Sementara itu di tempat terpisah, Dekan Pasca Sarjana Universitas Sabuari, Bandar Lampung, Dr. Idham Manaf, S.Ag, SH, mengatakan, gerakan radikalisme menjadi bagian permasalahan bangsa Indonesia, munculnya berawal dari permaslahan kelompok dan pribadi yang menginginkan perubahan sosial dan politik. Radikalisme dalam hal pemikiran dan keyakinan, jika diterima dengan salah akan berdampak yang kurang baik bagi masyarakat, sehingga generasi muda yang sedang mencari identitas diri akan mudah terpengaruh oleh gerakan radikalisme ini.













