Hal ini betul dalam arti sempit, tetapi jika kita telaah lebih lanjut, tetap saja teknologi ini memerlukan tenaga medis untuk menggunakannya. Dokter tetaplah orang yang secara legal bertanggung jawab terhadap keselamatan pasien, dokter tetap yang akan memutuskan dapat atau tidaknya teknologi ini digunakan, dokter tetap yang akan mampu berfikir solusi-solusi inovatif yang tidak dapat dilakukan oleh robot dan artificial intelligence, pasien tetap ingin bertemu dan berbicara dengan tenaga medis untuk mendapatkan motivasi psikologis dan nasehat untuk kesembuhan.
Teknologi I.R. 4.0 hanyalah teknologi untuk membantu tenaga medis, terlalu dini bahwa teknologi ini akan mengganti tenaga medis, setidak-tidaknya dalam beberapa dekade kedepan. Robotics surgery akan membantu meringankan kerja para dokter bedah sehingga dokter bedah memiliki pasien semakin banyak dengan tingkat keberhasilan yang semakin tinggi, artificial intelligence akan membantu dokter melakukan diagnosis yang memerlukan data kompleks serta diagnosis dengan kasus berulang yang sangat tinggi, sehingga dokter dapat melakukan diagnosis dengan jumlah lebih banyak dan hasil lebih akurat, telemedicine juga akan meningkatkan jumlah pasien yang dapat ditangani oleh dokter, bahkan ketika dokter tidak berada di fasyankes, wearable devices juga akan membantu dokter untuk mengumpulkan data dari pasien, sehingga jumlah pasien yang dapat ditangani dokter akan lebih banyak dengan data yang akurat, electronics medical records tentunya sangat membantu dokter untuk mengurangi waktu untuk mencari dan membaca data sehingga dokter bisa lebih banyak menangani pasien. ini berarti pada saat ini hingga beberapa dekade mendatang, teknologi-teknologi ini dapat meningkatkan pendapatan dokter sekaligus meningkatkan jumlah pelayanan kesehatan yang berkualitas.












