Para pemilih Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019, juga cenderung memilih Erick Thohir sebagai Cawapres. Sedangkan pemilih Prabowo – Sandi pada 2019, cenderung terbelah antara Ridwan Kamil dan AHY untuk cawapres 2024.
Selain itu, menurut saya, dengan kinerja Erick Thohir yang kinclong di Kementerian BUMN tentu membuat namanya menjadi santapan media, atau istilahnya ‘media darling’.
Dengan gaya dan style serta keberhasilannya dalam berbagai bidang, Erick seakan menjadi barometer kesuksesan bagi para milenial. Nama Erick Thohir melekat sebagai salah satu ‘icon’ standar kesuksesan, yang memberi inspirasi bagi kaum muda.
Dengan sendirinya, popularitasnya melambung yang tentunya tegak lurus dengan elektabilitas.
Secara elektabilitas sebenarnya potensi Erick bisa lebih kuat lagi, karena saat ini Erick belum menyasar ke seluruh Indonesia.













