• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mengungkap Lima Pelajaran Besar dari Musibah Sumatra,Aceh hingga Jawa

Mengungkap Lima Pelajaran Besar dari Musibah Sumatra,Aceh hingga Jawa

Hargib by Hargib
11 Desember 2025
in Edukasi, Ragam
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Allah memerintahkan kita bukan hanya berbuat baik pribadi, tetapi membangun sistem kebaikan sosial.

Pelajaran Kelima: Saatnya Taubat Kolektif, Bukan Sekadar Doa Saat Bencana;

Bencana bukan hanya untuk ditangisi, tetapi untuk diubah menjadi titik balik. Taubat tidak cukup dengan istighfar di lisan, tetapi harus: (1) Mengubah gaya hidup, (2) Menghentikan budaya rakus, (3) Menghormati alam sebagai amanah. Allah berfirman:

“Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56).

BeritaTerkait

YBM BRILiaN Resmikan Balai Rakyat Indonesia di Kabupaten Garut, Dorong Kemandirian Masyarakat

14 Januari 2026

SMAN 1 Sidamulih Pangandaran Diminta Beri Kemudahan Akses Bagi Mengakomodasi Lulusan Sekolah di Sekitarnya

14 Januari 2026

Ayat di atas, adalah sebuah larangan tegas dari Allah SWT kepada umat manusia untuk tidak melakukan segala bentuk tindakan yang dapat merusak tatanan dan keseimbangan alam yang telah Allah ciptakan dengan sempurna.

Ayat ini juga terkandung poin utama maknanya meliputi: (1) Menjaga Keseimbangan Alam: Allah telah menciptakan bumi dalam keadaan baik, seimbang, dan dapat menopang kehidupan. Ayat ini memerintahkan manusia untuk menjaga kondisi tersebut, bukan merusaknya; (2) Larangan Segala Bentuk Kerusakan: Kerusakan di sini tidak hanya berarti kerusakan lingkungan fisik (seperti polusi, penebangan liar, atau eksploitasi berlebihan), tetapi juga kerusakan dalam aspek sosial, moral, dan agama, seperti menyebarkan kemungkaran, ketidakadilan, atau peperangan yang mengganggu kedamaian; (3) Tanggung Jawab Manusia: Ayat ini menekankan peran manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan, bukan merusak, dan (4) Perintah untuk Berbuat Baik: Larangan berbuat kerusakan secara implisit juga merupakan perintah untuk melakukan kebaikan, memperbaiki, dan menjaga kelestarian bumi dan kehidupan di dalamnya.

Page 6 of 7
Prev1...567Next
Tags: akhir tahun 2025Lima pelajaran besarMusibah
Previous Post

Bakamla RI Kirim 70 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra

Next Post

BANTUAN KEMANUSIAAN DARI RIAU MENUJU ACEH DIBERANGKATKAN TNI AL DENGAN KRI TELUK GILIMANUK-531

Related Posts

Ekonomi

YBM BRILiaN Resmikan Balai Rakyat Indonesia di Kabupaten Garut, Dorong Kemandirian Masyarakat

14 Januari 2026
Edukasi

SMAN 1 Sidamulih Pangandaran Diminta Beri Kemudahan Akses Bagi Mengakomodasi Lulusan Sekolah di Sekitarnya

14 Januari 2026
Ragam

Resmikan Renovasi Kantor Baru, PWI Kapuas Perkuat Komitmen Pers Profesional dan Berintegritas

14 Januari 2026
Ragam

Menkeu: Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan, untuk Ekonomi Berkelanjutan

14 Januari 2026
Ragam

Survei HAI: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Mencapai 78,3 Persen

14 Januari 2026
Ekonomi

Program Family Strengthening, Wakil Ketua YBM BRILiaN Region 9: Bantuan Berkelanjutan yang Berorientasi pada Kemandirian Keluarga

14 Januari 2026
Next Post

BANTUAN KEMANUSIAAN DARI RIAU MENUJU ACEH DIBERANGKATKAN TNI AL DENGAN KRI TELUK GILIMANUK-531

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021