Oleh.A.Rusdiana
Akhir tahun seharusnya menjadi ruang jeda untuk tafakur dan muhasabah. Namun akhir 2025 justru dipenuhi duka. Banjir bandang di Sumatera, longsor di berbagai wilayah Jawa Barat, erupsi Gunung Semeru, banjir rob di pesisir utara Jawa. Semua itu bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah alarm keras bagi nurani bangsa.
Apabila kita cermati bahwa, “Bencana bukan hanya urusan geologi dan cuaca, melainkan cermin relasi manusia dengan alam dan dengan Allah. Selain itu musibah tidak hanya menimpa orang zalim, bahkan orang-orang shalih bisa ikut merasakannya,” untuk itulah mari kita renungkanlah lima pelajaran besar dari rangkaian bencana ini:
Pelajaran Pertama: Bencana adalah Teguran, bukan Sekadar Musibah;
Bencana adalah Teguran, bukan Sekadar Musibah; adalah sebuah pandangan yang berakar kuat dalam perspektif keagamaan, filosofis, dan spiritual, yang mengundang refleksi mendalam mengenai hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Allah SWT berfirman:











