Demikian pula dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan jangan diubah menjadi alasan permusuhan. Kita harus belajar berbeda tanpa membenci, bersaing tanpa mencaci, menang tanpa merendahkan, dan kalah tanpa kehilangan persaudaraan. Itulah kedewasaan yang dibutuhkan bangsa Indonesia.
Ketiga: Bergandeng Tangan Membangun Negeri; Persaudaraan tidak cukup berhenti pada ucapan. Persaudaraan harus melahirkan kerja sama dan kemanfaatan. Allah Swt. berfirman:
Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2).
Bangsa ini tidak mungkin dibangun sendirian. Ulama membutuhkan umara, pemerintah membutuhkan masyarakat, guru membutuhkan orang tua, generasi tua membutuhkan generasi muda, dan kelompok yang satu membutuhkan kelompok lainnya.













