Maknanya: Ketika seseorang bertawakal, ia melepaskan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan akan kegagalan. Hatinya menjadi teguh, tentram, dan optimis karena ia yakin bahwa apa pun yang terjadi adalah yang terbaik menurut ketetapan Tuhan. Ini memberikan kekuatan mental untuk menghadapi cobaan dan hasil yang tidak terduga. Allah SWT berfirman:
“Siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah cukup baginya.” (At-Talaq: 3)
Nabi SAW bersabda: “Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)
Artinya, doa harus diiringi rencana, rencana harus ditindaklanjuti dengan kerja. Inilah fondasi perjuangan para pahlawan bangsa: hati bertawakal, tangan bekerja.
Kedua: Tawakal Melahirkan Keberanian Moral; Tawakal, yang berarti berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah setelah melakukan usaha maksimal, memang dapat menjadi sumber keberanian moral yang kuat. Keyakinan bahwa segala hasil berada di tangan Tuhan membebaskan individu dari ketakutan akan kegagalan atau penolakan manusia. Tawakal, atau berserah diri kepada Tuhan setelah berusaha semaksimal mungkin, dapat memberikan kekuatan dan ketenangan batin. Keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya dapat membantu seseorang dalam menghadapi tantangan dan membuat keputusan moral. Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar di Gua Tsur:











