Kegiatan tersebut memang symbol kegembiraan dari terlepasnya belenggu penjajahan. Terbebas dari pengaruh asing yang menguasai negeri. Namun, benarkah Indonesia benar-benar terlepas dari penjajahan? Memang tidak ditemukan dalil, baik dari Al-Qur’an, hadis bahkan dawuh ulama yang secara tersurat membahas tentang kebolehan atau pelarangan perayaan dan peringatan hari merdeka. Namun jika melihat esensi dan spirit (maqashid) dari perayaan hari merdeka yaitu ekspresi kebahagian dan rasa syukur mendalam atas anugerah yang diberikan Allah karena telah diselamatkan dari belenggo kolonial, maka tradisi seperti ini sangat baik bahkan dianjurkan. Spirit ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Yunus ayat 58:
Artinya:“Katakanlah, dengan kurunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Q.S. Yunus ayat 58).













