a. Menyesali kesalahan. Hal ini populer dan menjadi sikap yang lumrah dimiliki setiap Muslim. Berikut di antara dalil adalah al-Qur’an Surat Aali Imran ayat 135: “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
b. Peningkatan ibadah :
Peningkatan dimaksud dapat dipahami konsepsi kuantitas dan tentu juga kualitas. Selain syarat-syarat atau rukun di dalamnya terpenuhi juga nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian pertimbangannya.
c. Melalui do’a. Terdapat banyak do’a dalam konteks pertobatan khususnya dalam redaksi sebagaimana yang diajarkan Nabi. Selain istighfar atau memohon ampun kepada Allah, berikut di antara dosa yang dapat pembaca sempurnakan di lain kesempatan lain dalam redaksi Arab sebagai bahasa aslinya “Robbi a’thi nafsaha taqwaha wa zakkaha, anta waliyyuha wa maulaahaa”













