Oleh: Sugiyanto (SGY)-Emik. (Pengamat Ibu Kota)
JAKARTA || Bedanews.com – Di antara riuh kabar negeri, datang berita yang menyesakkan dada. Seorang anak SD di NTT, diduga mengakhiri hidupnya
karena tak mampu membeli buku dan pulpen.
Sedih ini amat dalam.
Tangan terasa kelu,
tak sanggup menulis panjang lebar.
Kata-kata seakan enggan hadir,
akal pun membeku,
gagal menalar dengan jernih.
Mengapa peristiwa seperti ini
masih terjadi di Nusantara
yang katanya kaya raya?
Mengapa masih banyak rakyat
hidup dalam susah dan derita?
Mengapa sekolah-sekolah di negeri ini belum mampu memastikan buku dan pulpen gratis bagi setiap siswa sekolah dasar?
Mengapa…
dan kita terus bertanya, mengapa.
Panjang, lebar, tanpa ujung.
Pertanyaan itu terus menggema,











