Pertama; Ibnu Abbas mengatakan, jumlah kalimat dalam surat Al-Qadar adalah 30 kalimat. Kalimat salamun hiya yang menunjuk kepada lailatul qadar berada pada urutan kalimat ke-27, dihitung dari awal surat. Hal ini memberi isyarat bahwa lailatul qadar itu jatuh pada tanggal 27 Ramadhan.
Kedua; Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan, Allah mencintai bilangan ganjil. Dari sekian banyak bilangan ganjil, angka tujuh merupakan bilangan ganjil yang sering Allah gunakan dalam menentukan suatu ketetapan. Allah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi. Putaran thawaf dan sai sebanyak tujuh kali. Tidaklah mengherankan jika dalam salah satu hadits, Rasulullah saw menganjurkan kita untuk mencari lailatul qadar pada malam ke-27 Ramadhan.
Ketiga; Masih menurut Ibnu Abbas, jumlah huruf dalam kalimat lailatu qadar (tulisan Arab) adalah sembilan huruf. Dalam surat Al-Qadar kalimat lailatu qadar diulangi sebanyak tiga kali. Hal ini sebagai isyarat lain bahwa lailatul qadar ini jatuh pada tanggal 27 Ramadhan (3 x 9 huruf lailatul qadar).











