Dalam perspektif sosiologi dan antropologi, persebaran manusia dari satu tempat ke tempat lainya akhirnya memunculkan interaksi baru antar bangsa dan tidak sedikit yang kemudian melakukan kawin campur dengan orang orang bangsa Nusantara dan memiliki banyak keturunan di bumi Nusantara ini.
Bangsa Nusantara yang dulu berbentuk kerajaan – kerajaan yang berdaulat, karena penjajahan dan perang dunia ke 2, memunculkan satu gerakan kebangsaan yang dipelopori oleh para pemuda hingga melahirkan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dalam satu negara kesatuan Republik Indonesia yang hari ini kita tinggali.
*Batalnya diskusi nasab di UIN Walisongo Semarang*
Seminar Internasional tentang nasab Ba’alawi yang seharusnya berlangsung di UIN Walisongo Semarang pada 10 September 2024 akhirnya dibatalkan. Dengan pertimbangan utama Masalah keamanan. Diskusi tersebut rencananya akan menghadirkan narasumber ulama NU KH. Imamadudin Utsman Al Bantani asal Banten, Prof. Sumanto Al Qurtubi, pengajar di King Fahd University Arab Saudi, serta ustad Farihin.










