Ia memaparkan sejumlah capaian signifikan, di antaranya adalah Program Cepat Bapak Presiden (PHTC) yang telah berhasil melakukan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 5.273 kecamatan pada tahun 2025 dengan anggaran Rp16 triliun, melalui sistem swakelola yang melibatkan lebih dari 32.000 UMKM dan menyerap 242.505 tenaga kerja.
Kemudian di tahun 2025, Kemendikdasmen juga telah memasang perangkat Papan Interaktif Digital (PID) di 288.865 satuan pendidikan, termasuk menyediakan internet untuk 8.152 sekolah dan listrik untuk 2.389 sekolah.
Selain infrastruktur, Kemendikdasmen juga memberikan bantuan beasiswa untuk 12.500 guru dan kembali mengalokasikan beasiswa bagi 150.465 guru yang belum menempuh jenjang S1/D4 melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mempercepat kualifikasi akademik pendidik pada tahun 2026. Bersamaan dengan kebijakan tersebut, tunjangan profesi guru kini telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing setiap bulan guna memastikan efisiensi dan ketepatan waktu. Ia juga memperkenalkan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) untuk mengatasi persoalan learning loss dan learning poverty.













