Ia menegaskan bahwa, kemampuan akademik penting, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya modal dalam menghadapi masa depan. Mahasiswa perlu memperkuat berbagai keterampilan, mulai dari komunikasi, berpikir kritis, negosiasi, literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga kepemimpinan.
Kemampuan memimpin, lanjutnya, menjadi salah satu kompetensi penting. Dunia profesional membutuhkan individu yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bekerja sama dengan orang lain, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta mengarahkan tim menuju tujuan bersama.
Prof. Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa, IPK tinggi bukan satu-satunya ukuran kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Berbagai keterampilan praktis justru menjadi bekal penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.













