Menurut Erni, dengan adanya PBL di kurikulum prototipe, secara tidak sadar, karakteristik baik dalam diri anak jadi terbentuk dengan sendirinya.
“Pengembangan karakter ini muncul saat mereka melakukan project bersama. Karakter nalar yang kritis, leadership, tanggung jawab, kreativitas, dan kerja sama jadi terlihat. Kita sudah dua kali membuat project dan dieksposisi. Anak-anak sangat antusias dan senang,” aku Erni.
Sehingga, anak-anak tidak hanya berkutat dengan teori, tapi mereka bisa belajar lebih banyak melalui kolaborasi PBL ini. (Putri)
Page 5 of 5













