Istighosah hari Santri 2025 dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, jajaran Pejabat Eselon I dan II Kemenag, tokoh-tokoh agama, serta ribuan santri dari seluruh penjuru Indonesia.
Menag menyampaikan bahwa pesantren telah memainkan peran penting sejak abad ke-13 dalam membina masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang beradab. Ia menekankan bahwa nilai “kemanusiaan yang adil dan beradab” dalam Pancasila berakar dari ajaran dan praktik keseharian di pesantren.
“Sejak abad ke-13, pesantren sudah berperan membina keadaban publik masyarakat Indonesia. Keadaban publik tidak datang gratis, tetapi lahir dari keringat, doa, dan air mata para ulama,” ujar Menag.
Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyoroti kemandirian dunia pesantren sebagai warisan luhur para ulama. Hingga kini, tercatat lebih dari 42.000 pondok pesantren berdiri di Indonesia tanpa berstatus negeri. “Tidak ada satu pun pesantren yang negeri, Semua berdiri di atas kaki sendiri, tanpa pamrih. Inilah keikhlasan luar biasa dalam mendidik dan melayani umat”, tegasnya.











