Dari titik inilah, setidaknya ditemukan tiga Pembelajaran Ramadan dari Niat:
Pelajaran Pertama: Niat melahirkan keikhlasan dalam ibadah;
Melahirkan keikhlasan dalam ibadah sering kali dianggap sebagai “pelajaran pertama” bagi setiap hamba karena merupakan pondasi diterimanya suatu amal. Keikhlasan tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses pemurnian niat agar semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih hati agar semua dilakukan karena Allah. Allah SWT berfirman:
Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5). Ayat ini menegaskan bahwa inti ajaran Islam adalah tauhid (mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah), konsistensi dalam ibadah ritual (shalat), serta kepedulian sosial (zakat).










