Dalam bidang pendidikan, kita harus mendorong munculnya kebijakan pemerintah yang lebih berpihak untuk akses pendidikan yang lebih merata dan adil untuk semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah. Kita tidak bisa membiarkan globalisasi merusak semangat kebangkitan nasional dulu dengan menjadikan komersialisme pendidikan sebagai alasan untuk semakin menambah kesenjangan akses pendidikan yang sudah ada. Dalam konteks pendidikan yang lebih praktis, kita juga perlu mengarahkan berbagai praktik pembelajaran yang ada agar lebih inklusif, berbasis teknologi, dan mendorong pada terciptanya generasi yang berdaya saing. Meningkatkan akses terhadap pendidikan berkualitas melalui beasiswa, kontrol atas penetapan besaran biaya yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat, program mentorship, dan inisiatif e-learning, dalam konteks ini dapat membantu generasi didik kita untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. Selain itu, memperkuat kurikulum yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, kewirausahaan, dan keterampilan abad ke-21 akan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan.













