Karena itu, Ikhlas yang saya maknai dalam proses bimbingan ini adalah bagaimana saat harapan akan pekerjaan, tugas, atau segala hal yang kita lakukan hanya berbuah hasil terbaik yaitu menjadi ladang pahala yang dapat diterima Allah SWT dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Ikhlas adalah satu kata yang mudah sekali diucapkan namun sangat sulit untuk direalisasikan. Karena terkadang, Ikhlas yang sudah terucap harus seiring sejalan dengan realisasinya dan bergelut dengan berbagai emosi juga keinginan yang tidak sesuai dengan realita.
Tentunya, setiap Mahasiswa mengalami bagaimana sekelumit emosi, rasa lelah, juga keinginan untuk segera menyelesaikan tugas akhir yang diungkapkan dengan sering meng’aduh’ atau mengeluh saat bimbingan tidak sesuai dengan harapan. Percayalah bahwa kredibilitas dan pengalaman dosen dalam membimbing mahasiswanya punya gaya khasnya masing-masing dan memiliki tujuan agar mahasiswa yang dibimbingnya dapat berhasil menjadi lulusan yang kompeten dan berkualitas. Ikhlaslah, menempuh perlahan, berjalanlah seperti kalian menempuh anak tangga menuju bukit yang tinggi sehingga saat sampai menuju akhir, keikhlasan itu berubah menjadi ketentraman dan ketenangan yang menjadi bekal di masa yang akan datang.













