Selama ini masyarakat selalu menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, terutama dalam memperoleh akses pembangunan dan pelayanan publik, namun, hari ini, harapan mulai tumbuh kembali. Sambutan masyarakat terlihat melalui pemberian hasil bumi berupa sayur dan ubi kepada para rombongan yang datang. Bagi masyarakat, pemberian tersebut bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol persaudaraan, penghormatan, dan keinginan untuk membangun hubungan yang lebih baik.
Di tengah keterbatasan, semangat anak-anak Ugimba menjadi gambaran tentang masa depan yang ingin mereka raih. Dengan penuh antusias, mereka menyampaikan impian untuk kembali bersekolah, dan mengejar cita-citanya, ada yang bercita-cita menjadi prajurit penjaga bangsa, ada pula yang ingin menjadi pelayan masyarakat melalui jalan pendidikan dan keagamaan.













