“Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Kehadiran dapur MBG mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya ibu rumah tangga, serta membuka peluang bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan untuk menjadi pemasok bahan baku. Dengan demikian, MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang telah dilakukan, Mariana menyebutkan adanya perubahan signifikan di sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Dari berbagai kunjungan lapangan, terlihat bahwa MBG membawa dampak nyata: konsentrasi belajar anak meningkat, kehadiran di sekolah bertambah, dan semangat belajar menjadi lebih baik. Ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan,” ungkapnya.













