Tema dimaksud sangat relevan dengan tema KHI, yaitu “Akselerasi peningkatan kontribusi produk halal dan pariwisata halal dalam mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia”.
“Kami mendukung kegiatan KHI dan berharap kongres ini dapat menghasilkan resolusi ekonomi keumatan terkait industri halal di Indonesia sehingga turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Jihaduddin yang mewakili Ketua Umum PBMA, KH Embay Mulya Syarief dalam kongres tersebut.
Mathla’ul Anwar, lanjutnya, telah turut berperan dalam membangun ekosistem halal dengan mendirikan Pusat Kajian Produk Halal (PKPH) di Kampus Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) sejak lima tahun lalu. PKPH UNMA kini sudah ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai lembaga pendamping Proses Produksi Halal (PPH), dan hingga saat ini sudah melatih lebih dari 155 orang pendamping halal. Saat ini PKPH juga tengah mempersiapkan diri untuk menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).













