Haris menambahkan, SMK Negeri 1 Cipongkor memiliki dua program keahlian yaitu akuntansi keuangan lembaga dan teknik kendaraan ringan dengan jumlah siswa mencapai 450 orang yang terbagi kedalam 14 rombongan belajar. Namun pihaknya saat ini hanya memiliki satu-satunya bangunan yakni ruang praktek siswa yang sekaligus dijadikan ruang kantor dan operasional.
“Karena sekolah ini milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami berharap sekolah ini bisa segera dibangun terutama untuk ruang kelas, karena sangat dibutuhkan,” Haris berharap.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Aep Nurdin menyayangkan belum adanya ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar para siswa SMK Negeri 1 Cipongkor. Aep mengatakan masyarakat sangat antusias menyekolahkan anaknya ke SMK Negeri 1 Cipongkor namun belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang representatif.











