Adapun Marinir Indonesia menyampaikan materi tentang teknik bertahan hidup di hutan apabila prajurit menghadapi kondisi darurat, khususnya ketika persediaan logistik telah habis. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sumber makanan alami dari tumbuhan maupun hewan yang aman dikonsumsi, serta teknik dasar mempertahankan diri di medan hutan.
Materi tersebut dipaparkan oleh Letnan Marinir Chesya Prasetyo yang menjelaskan berbagai metode bertahan hidup berdasarkan pengalaman dan kemampuan prajurit Marinir Indonesia dalam menghadapi medan operasi.
Pada akhir kegiatan, Marinir Indonesia memperagakan teknik penyulingan air kotor menjadi air yang layak diminum. Demonstrasi tersebut menarik perhatian peserta dari berbagai negara karena menunjukkan kemampuan adaptasi dan kreativitas dalam menghadapi situasi sulit di medan operasi.













