“Manusia tidak lepas dari salah, dengan kerendahan hati, mari kita bersama belajar lebih bertanggungjawab agar tidak ada pihak yang dirugikan kemudian hari, saling mengingatkan demi kemajuan Indonesia sesungguhnya, dengan patuh aturan yang berlaku,” Ade mengajak serius.
Pantauan media di lapangan, baru saja menyaksikan, mendengar tangisan, dan harapan para ibu-ibu yang mengetahui anak-anaknya tidak lolos masuk salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang diinginkannya.
Sesuai harapan banyak pihak yang positif, kita patuh aturan dan semangat menghantarkan para generasi untuk tetap belajar dimanapun, jujur, adil, bijaksana bersama, yakinkan hati, disekolah manapun generasi kita belajar, peluang sukses luas dan yakin bisa berhasil di tempat lain dengan prasangka baik, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memenuhi semua keperluan anak-anak belajar, sabar, jujur, semangat dengan Do’a dan yakin ada hikmah dibalik semua yang terjadi, raih kesuksesan dan sejahtera lebih merata.**













