“Keluarga ini sederhana, tapi mereka tangguh. Terlihat bahwa sesungguhnya Pak Agus (pemilik warung) itu pendidik yang hebat. Dia mendidik anaknya menjadi ulet, terampil dan bersahaja,” kata Anies.
Anies mengatakan, warung tersebut merupakan ruang pendidikan bagi keluarga kecil penjual pecel ayam tersebut.
“Mereka latih anaknya untuk kalahkan kantuk dan lelah, menata satu persatu bata untuk membangun masa depan yang lebih baik,” kata dia.
Anies menutup cerita blusukannya dengan menyebut kota Jakarta sebagai kota yang penuh dengan orang-orang tangguh.
“Kota ini penuh dengan orang tangguh. Negeri ini memang produsen pekerja keras. Orangtua yang dalam kesederhanaanya -dan tanpa disadarinya- sedang mendidik anak-anaknya jadi pribadi hebat,” tandasnya. [*]













