Namun kemacetan bergeser setelah arah JIS, tepatnya sebelum turunan jalan tol menuju Ancol – depan halte atau stasiun kereta Ancol, arah masuk belok kanan ke Taman Wisata Ancol – terjadi kemacetan parah hingga menuju kawasan WTC Mangga Dua.
Pertanyaannya adalah: mengapa di depan kawasan wisata Ancol terjadi kemacetan parah dan telah berlangsung lama, tetapi tampaknya penanganannya minim?
Kesannya seperti pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak melakukan perencanaan, pengelolaan dan rekayasa lalu lintas di Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan kawasan wisata Ancol.
Padahal dengan menggunakan anggaran APBD yang besar untuk Dishub, seharusnya aspek rekayasa lalu lintas sudah menjadi prioritas. Apalagi kemacetan terjadi pada ikon wisata milik Pemprov DKI melalui BUMD, yaitu PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.












