“Pengawasan terhadap bahan pangan pokok menjadi hal yang penting bagi daerah, baik sebelum maupun setelah Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat, mengingat adanya lonjakan permintaan pada momen tersebut,” ungkap Jan Piter Sinaga.
Selanjutnya, dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional melakukan monitoring dan evaluasi stok dan harga pangan terpadu lintas Kementerian/Lembaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, pada kesempatan yang sama, menyampaikan beberapa inovasi untuk memenuhi pangan Jawa Tengah, diantaranya pengembangan mie mocaf, mie jagung dan beras analog untuk cadangan pangan serta menggalakkan konsumsi dan pemanfaatan pangan lokal di Provinsi Jawa Tengah. (Red).













