Begitu pun pada partai koalisi pemerintah, sangat memungkinkan untuk tetap berkoalisi kembali pada pemilu 2024 mendatang.
Dilihat dari hal tersebut, M2 menilai adanya indikator lemahnya para calon presiden diluar PDI Perjuangan.
Ia membeberkan, dalam simulasi 15 nama calon presiden pada rilis survei SMRC pada 28 Februari yang lalu. Capres dari beberapa partai masih sangat jauh elektabilitasnya.
“Kalau melihat semua lembaga survei terakhir ini. Sebut saja AH, Ketum Golkar 0,6 %, Cak Imin, Ketum PKB 0,2 %, Ketum PAN, Zulkifli Hasan 0,0%, Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Assagaf 0,0 %,” bebernya.
Dari tren tersebut, sambung M2, dirinya meyakini bahwa, Pilpres 2024 mendatang berpotensi hanya satu pasang saja.
Diketahui, dalam kesempatan tersebut, rencana senin ex timor timur Kota Bekasi mendeklarasikan dan mendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani
untuk Pilpres 2024.













